Kabel Tray untuk Data Center: Panduan Memilih
Kabel tray untuk data center tidak hanya berfungsi untuk membuat kabel terlihat rapi. Sistem ini juga membantu menjaga jalur kabel tetap aman, memudahkan pemeliharaan, mendukung sirkulasi udara, dan menyediakan ruang untuk pengembangan infrastruktur pada masa mendatang.
Sebuah data center dapat memiliki ribuan kabel jaringan, fiber optic, kontrol, dan daya. Tanpa jalur yang direncanakan dengan baik, kabel dapat menumpuk, sulit ditelusuri, menghalangi aliran udara, atau menyulitkan teknisi ketika harus mengganti perangkat.
Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menentukan spesifikasi kabel tray data center.
Peran Kabel Tray Data Center
Cable tray membentuk jalur khusus untuk menopang dan mengatur kabel yang menghubungkan server, switch, rack, panel distribusi, sistem pendingin, dan perangkat pendukung lainnya.
Penggunaan cable tray membantu teknisi memisahkan jalur berdasarkan fungsi. Kabel data dapat ditempatkan pada jalur yang berbeda dari kabel daya, sedangkan kabel fiber optic dapat diberikan ruang khusus agar tidak tertekan oleh kabel lain.
Perencanaan jalur yang baik juga membuat proses penambahan, pemindahan, dan penggantian kabel lebih mudah dilakukan. Eaton menjelaskan bahwa pengelolaan kabel yang baik mendukung performa peralatan, menyederhanakan pemeliharaan, dan membantu mengurangi downtime.
Beberapa fungsi cable tray di data center meliputi:
- Menopang kabel sepanjang jalur
- Mengelompokkan kabel berdasarkan fungsi
- Mengurangi kabel yang menggantung
- Mempermudah identifikasi dan pemeliharaan
- Menjaga minimum bending radius kabel
- Mendukung sirkulasi udara ruangan
- Menyediakan kapasitas pengembangan
Pemilihan tray sebaiknya dilakukan sejak tahap perencanaan. Penambahan jalur setelah seluruh rack dan perangkat terpasang biasanya lebih sulit karena ruang yang tersedia sudah terbatas.
Hal Penting Sebelum Memilih Kabel Tray
Pemilihan kabel tray untuk data center perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan instalasi secara menyeluruh, bukan hanya melihat ukuran atau bentuk produknya. Setiap data center memiliki jumlah rack, jenis kabel, sistem pendingin, tata letak ruangan, dan rencana pengembangan yang berbeda.
1. Tentukan Jenis Kabel
Langkah pertama adalah mencatat seluruh kabel yang akan ditempatkan pada tray. Jangan hanya menghitung jumlah kabel jaringan karena data center juga mempunyai kabel daya, kontrol, monitoring, grounding, dan fiber optic.
Jenis kabel yang umum ditemukan antara lain:
- Kabel tembaga jaringan
- Kabel fiber optic
- Kabel daya server
- Kabel distribusi UPS
- Kabel kontrol dan monitoring
- Kabel sensor
- Kabel grounding
- Kabel sistem keamanan
Setiap kabel memiliki diameter, berat, ketahanan tekukan, dan kebutuhan pemisahan yang berbeda. Fiber optic, misalnya, perlu dilindungi dari tekanan dan tekukan tajam yang dapat memengaruhi transmisinya.
Panduit menekankan pentingnya perlindungan terhadap bend radius pada sistem pengelolaan kabel untuk rack berkapasitas tinggi. Artinya, desain tray, fitting, dan titik keluarnya tidak boleh menyebabkan kabel dipaksa berbelok terlalu tajam.
2. Pisahkan Kabel Daya dan Data
Kabel daya dan kabel telekomunikasi sebaiknya tidak disusun sembarangan dalam satu jalur tanpa pemisahan. Jalur yang terpisah membantu mengurangi gangguan terhadap kabel komunikasi sekaligus mempermudah teknisi mengenali fungsi setiap kelompok kabel.
Pemisahan dapat dilakukan melalui:
- Cable tray yang berbeda
- Perbedaan elevasi pemasangan
- Jalur pada sisi rack berbeda
- Penggunaan divider
- Penempatan pada area aisle berbeda
Panduan Eaton untuk data center menyarankan pemisahan kabel telekomunikasi dari kabel daya serta pengaturan jalur yang tidak menghalangi aliran udara.
Jika kabel tembaga dan fiber optic ditempatkan pada tray yang sama, penggunaan divider dapat membantu melindungi kabel berdiameter kecil dari tekanan atau gesekan kabel lain. Namun, metode pemisahan akhirnya harus tetap mengikuti gambar teknis dan standar yang digunakan pada proyek.
3. Pilih Lokasi Pemasangan
Cable tray data center dapat ditempatkan di atas rack atau di bawah raised floor. Masing-masing memiliki kelebihan dan tantangan yang perlu dipertimbangkan.
- Overhead cable tray memberikan akses yang mudah untuk pemeriksaan dan penambahan kabel. Teknisi dapat melihat jalur secara langsung tanpa membuka raised floor. Jalur overhead juga dapat mengurangi hambatan di ruang bawah lantai yang digunakan sebagai jalur aliran udara.
- Underfloor cable tray membuat jalur kabel lebih tersembunyi dan dapat digunakan pada data center yang memang dirancang dengan raised floor. Namun, penempatannya perlu diatur agar tidak menghalangi aliran udara dari sistem pendingin.
Penumpukan kabel daya dan jaringan di bawah raised floor dapat menghambat aliran udara serta memengaruhi distribusi udara dingin menuju rack.
Pemilihan lokasi perlu mempertimbangkan:
- Desain sistem pendingin
- Posisi rack dan panel
- Ketinggian ruangan
- Ketersediaan raised floor
- Kemudahan pemeliharaan
- Risiko kebocoran air
- Rencana pengembangan rack
- Titik masuk dan keluar kabel
Dalam beberapa proyek, jalur overhead digunakan untuk kabel data, sedangkan kabel daya ditempatkan di bawah lantai. Konfigurasi ini dapat membantu membuat pengelompokan kabel lebih jelas.
Jenis Kabel Tray untuk Data Center
Setiap jenis cable tray memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan jenis kabel, kapasitas beban, kebutuhan ventilasi, serta lokasi pemasangan di dalam data center.
1. Wire Mesh Cable Tray
Wire mesh cable tray merupakan salah satu pilihan yang banyak digunakan untuk jalur kabel data. Bentuknya menyerupai keranjang dari susunan kawat sehingga memiliki konstruksi terbuka dan relatif ringan.
Jenis ini cocok untuk kabel jaringan, komunikasi, fiber optic, dan kontrol dengan beban ringan hingga menengah. Desainnya juga mudah disesuaikan ketika diperlukan belokan, percabangan, atau perubahan jalur.
Eaton menyebut wire mesh basket tray sebagai pilihan yang sesuai untuk pengelolaan kabel data center karena fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi pemasangan.
Keunggulan wire mesh meliputi:
- Sirkulasi udara terbuka
- Kondisi kabel mudah diperiksa
- Jalur mudah dimodifikasi
- Bobot produk relatif ringan
- Cocok untuk kabel komunikasi
- Mudah membuat titik keluar kabel
Meskipun fleksibel, wire mesh tetap perlu dipilih berdasarkan kapasitas beban dan jarak support. Ujung kawat yang dipotong juga harus ditangani dengan baik agar tidak merusak lapisan kabel.
2. Perforated Cable Tray
Perforated cable tray memiliki dasar berupa pelat dengan sejumlah lubang ventilasi. Bagian dasar tersebut memberikan dukungan yang lebih merata dibandingkan wire mesh.
Jenis ini dapat digunakan untuk kabel kontrol, komunikasi, data, atau kabel daya berukuran kecil hingga menengah. Lubang di bagian bawah membantu sirkulasi sekaligus mengurangi penumpukan debu atau cairan.
Perforated tray dapat dipertimbangkan apabila proyek membutuhkan:
- Dukungan kabel lebih merata
- Kapasitas muatan lebih besar
- Jalur kabel yang lebih kaku
- Pemisahan menggunakan divider
- Perlindungan tambahan dengan cover
SCM-B Tray menyediakan perforated cable tray untuk instalasi dengan beban ringan hingga menengah. Ukuran, ketebalan, dan finishing dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek.
3. Solid Bottom Cable Tray
Solid bottom cable tray mempunyai dasar tertutup penuh. Jenis ini dapat digunakan untuk kabel sensitif atau jalur yang membutuhkan perlindungan lebih menyeluruh dari bagian bawah.
Tray ini membantu mencegah kabel berdiameter kecil turun melalui celah dan membuat jalur lebih tertutup. Cover juga dapat ditambahkan apabila diperlukan perlindungan tambahan.
Namun, desain dasar tertutup memiliki ventilasi lebih terbatas. Karena itu, jumlah kabel, panas yang dihasilkan, dan akses pemeliharaan harus diperhitungkan dengan baik.
Solid bottom tray lebih tepat digunakan secara selektif, misalnya untuk:
- Kabel data sensitif
- Kabel kontrol tertentu
- Jalur pendek menuju perangkat
- Area dengan risiko debu
- Kabel berdiameter kecil
SCM Tech menempatkan solid bottom cable tray sebagai salah satu pilihan untuk kabel data atau kabel sensitif.
4. Cable Ladder untuk Daya
Cable ladder memiliki bentuk menyerupai tangga dengan dua side rail dan sejumlah rung. Bagian bawahnya terbuka sehingga memberikan sirkulasi udara yang lebih besar.
Pada data center, cable ladder dapat digunakan untuk jalur kabel daya, terutama ketika ukuran dan berat kabel lebih besar daripada kabel komunikasi.
Jenis ini menawarkan:
- Kapasitas untuk kabel berat
- Ventilasi yang terbuka
- Kemudahan pengikatan kabel
- Akses pemeriksaan yang baik
- Pilihan bentang lebih beragam
Cable ladder tidak selalu menjadi pilihan utama untuk kabel jaringan berdiameter kecil karena jarak antar-rung dapat memberikan dukungan yang kurang merata. Kabel kecil juga berisiko turun apabila tidak menggunakan aksesori atau alas tambahan.
SCM-B Tray menyediakan tipe ladder untuk kebutuhan beban berat dan pelepasan panas yang tinggi.
Perhatikan Aliran Udara
Pengelolaan kabel memiliki hubungan langsung dengan efektivitas pendinginan data center. Kabel yang menumpuk di bawah raised floor, di belakang rack, atau di depan jalur udara dapat menghambat distribusi udara dingin.
Cable tray harus ditempatkan agar tidak menghalangi:
- Perforated floor tile
- Jalur udara menuju rack
- Saluran balik udara panas
- Unit pendingin
- Area hot aisle dan cold aisle
- Bukaan pada bagian depan rack
Tray terbuka seperti wire mesh dan cable ladder dapat membantu mengurangi hambatan udara. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada lokasi dan kepadatan kabel.
Kabel yang ditumpuk terlalu tinggi pada tray terbuka tetap dapat menjadi penghalang. Oleh karena itu, jangan hanya memilih tipe tray berdasarkan ventilasinya, tetapi hitung juga kapasitas ruang serta rencana pertumbuhan kabel.
Pertimbangan Teknis Kabel Tray Data Center
Selain menentukan jenis cable tray, perencana perlu memperhitungkan kapasitas, aliran udara, kekuatan support, dan kemudahan pemeliharaan. Faktor-faktor ini menentukan apakah sistem kabel tetap aman dan mampu menampung perkembangan data center.
1. Hitung Kapasitas Tray
Ukuran tray perlu menampung seluruh kabel tanpa membuat susunannya terlalu padat. Perhitungan harus mempertimbangkan kapasitas ruang sekaligus kapasitas struktural.
Data yang perlu dikumpulkan meliputi:
- Jumlah kabel
- Diameter setiap kabel
- Berat kabel per meter
- Metode penyusunan
- Kebutuhan divider
- Jarak support
- Rencana penambahan kabel
Jangan memilih tray yang ukurannya hanya cukup untuk kebutuhan awal. Data center biasanya mengalami perubahan perangkat dan penambahan koneksi selama masa operasionalnya.
Eaton mencatat bahwa jalur cable tray data center sering direncanakan untuk mengakomodasi pertumbuhan, termasuk kemungkinan penambahan lapisan tray ketika infrastrukturnya berkembang.
Kapasitas cadangan dapat ditetapkan berdasarkan proyeksi pengembangan proyek. Namun, tray juga tidak perlu dibuat terlalu besar jika ruang tersebut sulit diakses atau justru mengganggu airflow.
2. Jaga Radius Tekukan
Belokan cable tray harus mengikuti minimum bending radius kabel. Hal ini sangat penting untuk kabel fiber optic karena tekukan yang terlalu tajam dapat mengganggu kinerjanya.
Perhatikan area berikut:
- Horizontal bend
- Vertical bend
- Tee dan cross
- Turunan menuju rack
- Titik keluar kabel
- Jalur masuk ke cabinet
- Perubahan elevasi
Gunakan fitting dengan radius yang sesuai dan hindari menarik kabel secara paksa pada sudut tajam. Kabel juga tidak boleh menekan bagian tepi tray yang kasar.
Pada wire mesh, gunakan aksesori pelindung atau fitting khusus pada titik keluar kabel. Langkah ini membantu mencegah lapisan kabel bergesekan langsung dengan bagian logam.
3. Pastikan Akses Pemeliharaan
Cable tray data center harus mudah dijangkau setelah seluruh rack dan perangkat terpasang. Teknisi memerlukan ruang untuk menambah, melepas, menelusuri, dan mengikat kabel.
Hindari menempatkan tray terlalu dekat dengan:
- Dinding atau plafon
- Pipa pendingin
- Ducting
- Sprinkler
- Lampu
- Struktur bangunan
- Peralatan yang harus dibuka
Jalur yang terlalu padat dapat membuat proses pemeliharaan memerlukan waktu lebih lama. Kesalahan mencabut kabel juga lebih mudah terjadi apabila label dan pengelompokan tidak jelas.
Gunakan label pada tray, divider, titik masuk rack, dan kedua ujung kabel. Warna atau kode tertentu juga dapat digunakan untuk membedakan kabel daya, data, fiber, dan kontrol.
4. Periksa Beban dan Support
Kapasitas cable tray selalu berkaitan dengan jarak antarsupport. Tray dengan lebar yang sama dapat memiliki kemampuan beban berbeda karena ketebalan, material, tinggi sisi, dan konstruksinya tidak sama.
Sebelum memilih produk, hitung:
Beban kabel per meter = jumlah kabel × berat setiap kabel per meter
Setelah itu, jumlahkan seluruh kelompok kabel dan tambahkan beban cover, divider, serta aksesori yang terpasang.
Hasil perhitungan harus dibandingkan dengan load table produk pada jarak support yang direncanakan. SCM Tech juga menyebut support span, total beban kabel, ukuran, dan kekuatan sebagai beberapa pertimbangan utama dalam pemilihan cable tray.
Support tambahan mungkin dibutuhkan pada area bend, tee, cross, perubahan elevasi, dan titik masuk menuju rack.
5. Pilih Material yang Tepat
Sebagian besar ruang data center merupakan area indoor yang kering dan terkontrol. Material pre-galvanized steel, electro galvanized steel, aluminium, atau material berlapis tertentu dapat dipertimbangkan sesuai spesifikasi proyek.
Namun, kondisi ruang pendukung dapat berbeda. Cable tray yang ditempatkan pada area genset, utility, rooftop, atau lingkungan lembap mungkin membutuhkan perlindungan korosi yang lebih tinggi.
SCM Tech menyediakan pilihan mild steel, stainless steel, aluminium, serta FRP atau GRP. Tipe produknya meliputi perforated tray, solid bottom, wire mesh, dan ladder dengan pilihan dimensi serta coating yang dapat disesuaikan.
Pemilihan material perlu mempertimbangkan:
- Kondisi indoor atau outdoor
- Tingkat kelembapan
- Risiko korosi
- Berat struktur
- Kebutuhan grounding
- Ketahanan terhadap bahan kimia
- Masa pakai yang diharapkan
Metallic cable tray juga perlu dipasang dengan sistem bonding dan grounding sesuai desain kelistrikan serta standar yang diterapkan pada proyek.
Sudah memiliki spesifikasi atau gambar teknis data center? Kirimkan kebutuhan proyek Anda kepada tim SCM Tech untuk mendapatkan rekomendasi produk dan penawaran harga.
WhatsApp kami: +62 851-7301-0559
View this post on Instagram
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa jenis kabel tray yang cocok untuk data center?
Wire mesh cable tray cocok untuk kabel data dan komunikasi karena terbuka serta mudah disesuaikan. Perforated tray dapat digunakan ketika kabel membutuhkan dukungan lebih merata, sedangkan cable ladder lebih sesuai untuk kabel daya berukuran besar.
Apakah kabel daya dan data boleh berada dalam satu tray?
Keduanya sebaiknya dipisahkan menggunakan jalur berbeda atau divider yang sesuai. Pemisahan membantu meminimalkan gangguan, mempermudah pemeliharaan, dan membuat pengelompokan kabel lebih jelas.
Lebih baik tray overhead atau underfloor?
Keduanya dapat digunakan. Overhead tray lebih mudah diakses dan tidak memenuhi ruang bawah lantai, sedangkan underfloor tray membuat jalur lebih tersembunyi. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan desain pendingin, raised floor, dan kebutuhan pemeliharaan.

Leave a Reply